5 Langkah Mudah Untuk Menghindari Obesitas Setelah Melahirkan

Image result for obesity pregnancy

Yuhu, wanita mana, sih,  yang nggak mau langsing dan tercapai body goalsnya? Pastinya, semua wanita memiliki cita-cita dan angan tersebut. Terutama, untuk wanita yang telah melahirkan.

Karena, kebanyakan wanita hamil mengalami kenaikan berat badan selama sesi kehamilan. Selain itu, proses menyusui pun turut memiliki andil besar dalam proses penambahan berat badan. sehingga, perlu tips dan trik khusus agar badan tetap ideal setelah melahirkan dan mampu menghindari obesitas.

Mau tahu? Yuk, simak ulasan berikut ini mengenai 5 langkah mudah untuk menghindari obesitas setelah melahirkan.

  1. Kontrol Asupan Gizi Selama Kehamilan

Kehamilan memang punya banyak cerita. Mulai dari trisemester pertama yang sulit makan, karena serangan mual dan aneka keluhan lainnya. Hingga, trisemester ketiga yang makan lahap dan berkali-kali nambah.

 

Alasannya, bayinya masih lapar sehingga gerak-gerak terus. Duh, padahal ya, meskipun tidak makan kenyang, bayi di dalam kandungan akan tetap bergerak-gerak ketika trisemester ketiga. Malahan,  itu patut disyukuri. Karena, sebagai pertanda bayi sehat dan aktif.

 

Memang, kondisi metabolisme ganda, dari wanita hamil dan bayi, akan membuat wanita hamil di trisemster ketiga mudah merasa lapar. Itu memang wajar. Namun, jangan sampai alsaan tersebut jadi alasan untuk kalap. Sebab, jika tidak, maka ancaman berat badan berlebih tidak dapat dihindari. Serius.

Baca juga: Makanan Pendamping ASI yang Tepat Bagi Bayi

Ketika masuk fase itu, sebaiknya makanlah sesuai angka kecukupan gizi. Konsultasikan dengan dokter kandungan dan juga ahli gizi, agar tahu kebutuhan kalori setiap hari dan juga jenis makanan yang cocok untuk wanita hamil.

 

Namun, ironisnya, malah fase ini banyak wanita hamil yang makan gila-gilaan bukan karena lapar, tapi hanya karena ingin. Hasrat ingin makan walau hanya melihat foto dari Instastory maupun beranda akun media sosial lainnya, mampu memancing rasa lapar wanita hamil.

 

Sehingga, wanita hamil akan kalap dan makan tidak berdasakan kebutuhan gizi. Bisa-bisa. hanya makanan miskin gizi yang masuk. Seperti, kerupuk, cireng, cilok dan lainnya.

BACA JUGA: 5 Tips Memilih Alat Kontrasepsi Yang Aman dan Nyaman

Untuk itu, sangat disarankan kontrol gizi yang masuk. Makan sesuai kebutuhan dan juga memasukkan makanan yang sehat serta dapat memenuhi kebutuhan kalori wanita hamil. Sehingga, dapat menghindari obesitas.

 

  1. Tetap Lakukan Olah Raga

selama masa kehamilan, biasanya, wanita akan kehilangan semangat untuk berolah raga. Alasannya, mulai dari hormonal yang tidak stabil atau memang karena sedang malas untuk melakukan olah raga. Padahal, olah raga yang teratur dan rutin, terbukti mampu menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Terlebih, olah raga untuk wanita hamil pun sudah ada. Jadi, tidak perlu khawatir mencederai maupun kemungkinan buruk lainnya.

 

Demikian juga dengan wanita menyusui, alasan sakit pasca section maupun jahitan belum sembuh ketika lahiran secara vaginal, bukanlah hal yang patut dijadikan alasan. Sebab, banyak jenis olah raga untuk wanita nifas agar badan tetap fit dan tidak terjebak pola hidup yang tidak sehat.

 

Keuntungan lain dari olah raga setelah melahirkan adalah, menghindari obesitas dan tercapainya tubuh dengan berat ideal yang sehat dan bugar. Terlebih, setelah melahirkan, banyak bagian tubuh yang kendor setelah meregang selama kehamilan.

 

  1. Makan Makanan yang Bergizi dan Awet Kenyang

Sama halnya dengan wanita hamil di trisemester ketiga, meyusui juga membutuhkan energi lebih banyak. Sehingga, menuntut tubuh untuk memenuhinya. Salah satunya dengan cara, makan.  Jadi, tidak heran jika banyak wanita menyusui mengeluh sering lapar. Tidak peduli jarum jam sudah di angka tengah malam, jika perut belum terisi, rasanya tidak bisa tidur nyenyak.

 

Untuk itu, agar terhindari dari resiko obesitas setelah melahirkan, sebaiknya pilih jenis makanan yang sarat gizi dan kenyangnya bertahan lama. Sehingga, asupan kalori yang masuk tidak berlebih.

 

Contohnya, umbi kentang. Kandungan inulin dalam kentang, membuat tubuh mencernanya lebih lama. Sehingga, kenyangnya bertahan lama dibandingkan nasi putih. Demikian juga dengan ubi rambat dan ubi uwi. Rasanya yang lezat dan kaya manfaat, juga membuat perut awet kenyang.

 

Tidak hanya itu, di saat ingin makan camilan, sebaiknya alihkan dalam bentuk camilan yang lebih mengenyang. Seperti buah-buahan maupun sayuran yang bisa disantap dalam bentuk mentah.

 

Selain lezat, buah-buahan dan sayuran mentah, bisa memberikan manfaatnya secara utuh karena vitamin maupun nutrisi lainnya tidak teroksidasi atau luruh saat proses pemasakan.

 

  1. Hindari Camilan Tinggi Gula maupun Tinggi Garam

Komponen tubuh sebagian besar terdiri dari unsur air. Oleh karena itu, jangan heran jika berat badan turun, namun lingkar lengan masih tetap. Sebab, bisa jadi yang berkurang adalah kadar air di dalam tubuh. Nah, untuk wanita hamil dan menyusui, sebaiknya menjaga kadar air tetap tercukupi dan tidak tergoda berbagai macam obat pelangsing yang sifatnya diuretik, atau merangsang pembuangan air dari dalam tubuh.

 

Kiat cantiknya jika ingin langsing setelah melahirkan, cukup mudah. Sehingga menghindari obesitas setelah melahirkan dan juga tidak tergiur rayuan obat pelangsing.  Yaitu, dengan meminaliskan asupan makanan yang kaya gula dan garam.

 

Sebab, gula bisa mengikat air yang masuk ke dalam tubuh. Sedangkan garam, bisa memicu terjadinya rasa haus berlebihan. Padahal, di dalam gula terdapat karbohidrat yang oleh tubuh, jika kebutuhannya sudah terucukupi, akan diubah menjadi lemak.

 

Ketika lemak semakin menumpuk, maka bahaya obesitas sudah di depan mata. Belum lagi ancaman dari kadar garam yang tinggi, bisa memicu hipertensi. Maka lengkap sudah, resiko obesitas dan resiko hipertensi mengintai.

 

Jika makan dengan rasa yang ringan, memicu lidah bosan dan perut cepat kenyang. Berbeda dengan makanan manis atau asin. Memicu lidah ketagihan dan perut tidak mampu mengirim sinyal ke otak bahwa sudah kenyang. Akibatnya, makanan akan terus masuk, meskipun kebutuhan akan kalori sudah tercukupi. Dampaknya jelas, resiko obesitas akan semakin meningkat.

 

Jadi, untuk wanita yang telah melahirkan dan bingung bagaimana menghindari  obesitas, sebaiknya, atur kembali jenis makanan yang akan masuk ke dalam  tubuh. Pilih yang memiliki komposisi rendah gula dan rendah garam. Paling tidak, meminimaliskan rasa manis yang nagih dan asin yang lezat.

 

  1. Segarkan Pikiran dan Jernihkan Mental

Dari keempat poin di atas, yang sebenarnya paling berpengaruh adalah poin nomor lima ini. Sebab, jika perasan tidak baik, pikiran penuh dengan berbagai macam keburukan, maka tubuh ikut meresponnya.

 

Contohnya saja, rasa lapar. Ada banyak wanita setelah melahirkan mengalami stress berkepanjangan. Karena jam istirahat yang sedikit, tubuh yang kelelahan dan belum stabilnya hormonal. Imbasnya, akan lebih mudah stress dan tertekan.

 

Biasanya, pelarian paling mudah adalah dengan makan. Seperti, makan makanan yang pedas. Padahal, makanan pedas ini bisa memancing nafsu makan berlebih dan  mengentikan respon kenyang yang seharusnya muncul ketika lambung sudah tercukupi. Oleh karena itu, wanita yang stress akan terpancing lebih banyak makan dan juga semakin beresiko terkena obesitas.

 

Bisa dibayangkan, tubuh yang bekerja keras untuk mencerna, lalu saat energi sudah siap, pemilik tubuh masih tidur dan akhirnya, kebutuhan energi sedikit, serta lebih cepat terpenuhi. Dampaknya, tumpukan lemak akan semakin menggila dan baru disadari ketika angka timbangan sudah tidak menyentuh batas berat ideal.

Nah, itu dia lima langkah mudah untuk menghindari obesitas setelah melahirkan. Diharapkan, wanita hamil dan menyusui, bisa menyiapkan strategi paling cocok untuk mewujudkan keinginan tercapainya body goals.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *