5 Cara Hemat Agar Tagihan Listrik Tidak Membengkak, Pasti Berhasil

Image result for pln

Mengurangi beban listrik saat ini merupakan salah satu usaha penting yang sebaiknya diupayakan. Terutama karena sumber listrik makin hari makin susah. Oleh sebab itu, meciptakan gaya hidup hemat listrik cukup penting. Jika bingung bagaimana cara memulainya, simak saja cara hemat agar tagihan listrik tidak membengkak berikut ini.

  1. Mendesain rumah yang dapat mendukung penghematan energi.

Salah satu tips yang dapat dilakukan untuk membangun rumah dengan konsep hemat energi antara lain dengan membangun rumah yang memiliki banyak lubang angin atau jendela. Banyaknya jendela pada suatu rumah tentu saja memberikan keuntungan tersendiri bagi sebuah rumah. Sebab dengan adanya banyak jendela pada suatu rumah maka kebutuhan akan lampu dan pendingin udara semakin berkurang.

Tips lainnya yaitu hindari bangunan berupa sekat dinding. Sekat dinding dapat membatasi cahaya yang masuk sehingga ruangan yang berada di balik sekat tidak memperoleh pencahayaan yang cukup. Selain itu angin yang masuk melalui jendela juga tidak akan sampai ke seluruh ruangan karena adanya halangan dari sekat dinding. Bila Anda berencana untuk membatasi ruang tengah dengan sekat maka sebaiknya buatlah lubang angin di atas ruangan yang berada di balik sekat. Lubang angin juga perlu dibuat di atas dapur pada rumah minimalis dengan ukuran yang kecil. Hal ini merupakan solusi jika rumah tersebut memiliki luas lahan yang terbatas.

Tips selanjutnya adalah menghemat penggunaan air agar tidak selalu menyalakan pompa listrik. Sebaiknya milikilah beberapa tempat penampungan air agar pompa listrik tidak menyala setiap kali sehingga dapat dilakukan penghematan energi listrik.

Baca juga: 7 Kuliner Paling Laris Di Jogja, Wajib Kamu Coba!

  1. Menentukan besar daya listrik yang dibutuhkan.

Untuk melakukan penghematan listrik sebaiknya sesuaikan besar daya listrik dengan kondisi rumah Anda. Misalnya saja jika memiliki rumah sederhana dengan tipe kecil antara 21 sampai dengan 36 maka besar daya listrik yang dibutuhkan antara 900 W sampai dengan 1300 W. Tentu saja dengan kapasitas daya yang sedemikian maka alangkah lebih baik jika penggunaan listrik dibatasi. Setiap pemakaian listrik sebaiknya dilakukan dengan hemat dan bijak agar besar daya yang dikeluarkan tidak lebih dari daya listrik yang dimiliki.

Sedangkan untuk rumah sederhana dengan tipe yang sedikit lebih besar yaitu tipe 45 rata-rata masih menggunakan daya listrik dengan beban 1300 W. Pemakaian perabot listrik pun sudah seharusnya dikontrol dan dibatasi agar cukup. Jika daya listrik tersebut dirasa masih kurang maka Anda bisa saja menaikkan daya listriknya menjadi 2200 W. Sebab jika peralatan listrik yang digunakan lebih dari 1300 W maka rumah tersebut akan seringkali mengalami proses pemutusan rangkaian listrik secara tiba-tiba. Tentu saja peristiwa ini dapat merusak perabot elektronik di rumah Anda jika seringkali terjadi. Namun bagaimanapun juga menaikkan daya listrik sangat perlu dipertimbangkan dengan matang apakah memang daya listrik yang besar itu benar-benar dibutuhkan ataukah tidak. Jika tidak benar-benar dibutuhkan maka penambahan daya listrik tidak perlu dilakukan.

Baca juga: 6 Laptop Gaming Paling Hits, Pecinta Game Online Harus Punya!

  1. Memiliki sikap hidup hemat energi dan tidak boros.

Kebiasaan membuang-buang listrik untuk hal yang tidak berguna atau yang bisa juga disebut sebagai kebiasaan boros listrik merupakan salah satu penyebab terjadinya pembengkakan pada tarif listrik di rumah Anda. Sebaiknya segera ubah kebiasaan buruk ini dan jadilah lebih hemat dalam menggunakan listrik. Banyak cara yang dpat dilakukan untuk menghemat listrik. Salah satunya adalah dengan mematikan lampu pada saat siang hari.

Selain itu biasakan diri Anda dan anak-anak serta keluarga untuk mematikan setiap peralatan elektronik yang telah selesai dipakai misalnya seperti televisi. Jangan biarkan televisi menyala secara terus-menerus sebab selain listrik menjadi boros tentunya televisi juga akan mudah rusak. Penghematan juga bisa dilakukan dengan cara menggunakan kipas angin atau AC secukupnya. Tentunya untuk rumah sederhana dengan tipe di bawah 36 lebih baik tidak menggunakan AC agar besar listrik yang digunakan tidak melebihi daya listrik.

Penggunaan kipas angin juga sebaiknya dibatasi agar tarif listrik tidak terlalu banyak. Begitu juga dengan setrika listrik yang memiliki watt besar tentunya bisa disiasati pemakaiannya agar tidak terlalu sering dipakai. Pemakaian pompa listrik juga sebaiknya disiasati dengan baik supaya tidak menghabiskan banyak biaya. Satu lagi hal yang perlu diingat adalah selalu mencabut kabel peralatan listrik dari stop kontak.

  1. Memilih berbagai perabot listrik dengan cermat dan tepat.

Tindakan untuk menghemat listrik juga dapat dilakukan dengan cara memilih dan membeli perabot listrik seperlunya saja. Sebaiknya pilihlah peralatan elektronik atau perabot listrik yang berdaya kecil sehingga penghematan bisa dilakukan secara lebih lagi. Pilihlah peralatan elektronik yang memang dibutuhkan di rumah dan jangan melakukan pembelian terhadap barang elektronik yang tidak dibutuhkan dalam keadaan urgent.

Dengan melakukan pembelian perabot listrik secara selektif maka penghematan listrik dapat dilakukan dengan baik. Saat ini sebenarnya semakin banyak barang elektronik yang tersedia dengan daya yang lebih kecil dari biasanya. Misalnya saja Anda bisa membeli lemari es dengan ukuran yang lebih kecil dan tentunya memiliki daya yang lebih kecil pula sehingga cocok digunakan di rumah sederhana dengan kapasitas daya maksimal 1300 W. Ada pula kipas angin yang hadir dengan ukuran lebih kecil sehingga membutuhkan daya yang lebih kecil pula.

Penggunaan daya listrik ini memang benar-benar bisa dihemat jika Anda mampu melakukan pembelian perabot elektronik dengan tepat. Namun jika Anda ingin lebih berhemat lagi maka lakukan segala pekerjaan rumah tangga tanpa melibatkan perabot listrik. Misalnya saja cucilah pakaian dengan menggunakan tangan sehingga Anda tidak memerlukan mesin cuci. Masaklah nasi dengan menggunakan peralatan masak dandang sehingga tidak diperlukan lagi rice cooker. Gunakan pula lampu hemat energi.

  1. Memilih alat penghemat listrik dengan jeli.

Tagihan listrik yang membengkak tidak perlu membuat Anda menjadi khawatir. Untuk mengatasinya Anda bisa memasang alat penghemat listrik di rumah. Jika ingin membeli alat penghemat listrik sebaiknya lakukanlah dengan jeli dan jangan sembarangan membeli. Carilah alat penghemat listrik yang bagus dan direkomendasikan. Misalnya seperti alat penghemat listrik 450-1300 W yang merupakan teknologi buatan Jerman dan Korea. Alat ini bekerja dengan cara mengurangi daya semu yang disebabkan oleh jaringan listrik atau peralatan listrik yang tidak efisien.

Alat ini juga berfungsi sebagai soft start yang berfungsi untuk mengurangi tarikan awal pada peralatan elektronik yang digunakan di rumah. Alat ini bisa membantu penghematan listrik sampai dengan 10-40%. Kelebihan lain dari alat ini adalah mudah dipasang serta bebas perawatan. JIka Anda tidak paham benar mengenai alat penghemat listrik maka berkonsultasilah terlebih dahulu pada orang yang lebih mengerti sebelum Anda melakukan pembelian.

Demikian beberapa cara hemat agar tagihan listrik tidak membengkak. Dengan menghemat listrik, tentu saja akan menciptakan lingkungan yang juga jauh lebih baik. Selain itu tidak perlu keluar banyak uang hanya untuk bayar listrik. Gunakan untuk keperluan lain yang lebih penting, seperti misalnya biaya sekolah anak.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *