6 Fakta Penting Tentang Fimosis pada Balita yang Perlu Anda Ketahui

Image result for balita

Apakah kondisi ini berbahaya? Atau bisa menimbulkan sesuatu yang lebih komplek? Kenali dalam uraian 6 fakta penting tentang fimosis pada balita di bawah ini.

  1. Tanda-tanda fimosis pada balita.

Pada dasarnya fimosis wajar terjadi pada banyak bayi atau balita, kondisi bawaan lahir. Seharusnya kulup itu bersifat elastis, bisa ditarik sehingga ujung penis terbuka dan kepala penis terlihat. Seperti kondisi alami saat anak akan pipis, kulit penis akan menggembung sehingga kulup akan tertarik otomatis ke atas dan air seni keluar dengan lancar.

Namun untuk anak dengan kelainan fimosis, kulup menutup ujung penis dan tidak lentur. Akan terlihat lubang penis lebih kecil, kadang menimbulkan tumpukan kotoran berupa sisa air seni, sel kulit, debu ataupun kotoran dari serat celana/diapers.

Fakta penting tentang fimosis pada balita umumnya tidak menimbulkan nyeri, hanya karena kesulitan membersihkan kotoran pada ujung penis akan rentan menimbulkan infeksi.

BACA JUGA: 6 Makanan yang Mampu Menjaga Kesehatan Kulit

  1. Penyebab fimosis.

Fakta penting tentang fimosis pada balita kebanyakan adalah bawaan sejak lahir dan akan sembuh seiring tumbuh kembang anak. Namun ada beberapa penyebab lain yang bisa menimbulkan fimosis pada pasien umum lain, diantaranya :

  • Segi medis

Pada penderita diabetes ternyata rentan terkena fimosis. Penderita diabetes berisiko terkena infeksi yang dapat menimbulkan jaringan parut pada kulup sehingga tidak elastis dan sulit ditarik.

Bisa juga disebabkan oleh Balanitis (sejenis radang pada kepala penis) dan balanophosthitis (sejenis radang pada kulit dan kepala penis).

  • Usia

Pada usia lanjut karena berkurangnya kelenturan kulit menyebabkan kulup sulit ditarik.

  • Tarikan dan peregangan yang keras dapat membuat kulit kulup robek sehingga mengarah pada fimosis.

BACA JUGA: Makanan Pencegah Kanker

  1. Jenis Fimosis.

Fakta penting tentang fimosis pada balita dalam ilmu kedokteran dikenal ada dua jenis yaitu :

  • Fimosis bawaan (fimosis kongenital).

Kondisi ini terjadi sejak lahir dan hal yang normal dalam tahap awal kelahiran. Saat bayi baru lahir kondisi kulit pada bagian bawah glans penis akan melekat pada kulit kulup yang membuat kulup pada penis bayi baru lahir lebih sulit ditarik ke belakang. Seiring bertambahnya usia anak serta makin meningkatnya produksi hormon, secara fisiologis nanti kulit kulup akan terpisah karena proses keratinisasi.

  • True fimosis (fimosis patologik).

Fimosis jenis ini sering terjadi pada anak baru lahir yang mengalami infeksi pada daerah glans penis dan kulit penis bagian dalam, biasa disebut balanophosthitis. Penyebab lain bisa karena penarikan kulit kulup secara paksa atau keras sehingga menimbulkan jaringan ikat fibrasis yang menempel pada kulup dan glans penis.

 

  1. Bilamana fimosis jadi bahaya?

Fakta penting tentang fimosis pada balita yang perlu diwaspadai adalah jika gejala fimosis mengarah pada kondisi kesehatan yang lebih serius.  Jika muncul beberapa hal seperti di bawah ini maka Anda harus segera membawa anak Anda ke dokter anak.

  • Sakit saat buang air kecil (disuria), anak mengalami sakit yang luar biasa dan perlu mengejan secara tidak wajar saat buang air kecil. Terindikasi adanya infeksi kandung kemih atau juga infeksi pada ujung penis yang disebabkan oleh bakteri atau jamur.
  • Demam, terjadi akibat adanya infeksi. Perlu penanganan lebih lanjut jika sudah diberikan obat penurun panas namun panas kembali muncul.
  • Retensi urine, aliran air seni yang kurang lancar. Terkadang disertai darah, seringkali tidak terlihat karena bercampur dengan air seni. Perhatikan pada diapers atau popok jika terjadi pada usia bayi, apakah noda kemerahan di sana.
  • Pembengkakan kulit penis, biasanya karena infeksi yang tidak segera ditangani dengan baik.
  • Kista, bisa muncul akibat infeksi sehingga bisa menutup lubang penis.
  • Paraphimosis, jika terjadi keadaan kulit kulup terjebak dalam posisi ditarik ke arah belakang penis. Hal ini sangat menyakitkan dan kadang tidak bisa kembali ke posisi awal.
  • Pada orang dewasa bisa terjadi gangguan ereksi yang menimbulkan masalah seksual lebih lanjut.

 

  1. Penanganan fimosis

Jika anak Anda atau saudara mengalami gejala fimosis ini, tidak perlu panik. Konsultasi ke dokter diperlukan untuk  menegakkan diagnosis lebih jelas. Ada beberapa cara yang bisa diterapkan bagi anak yang mengalami fimosis, yaitu :

  • Pemberian krim anti jamur jika memang infeksi pada fimosis disebabkan oleh jamur.
  • Steroid topikal bisa digunakan agar kulup lebih lentur sehingga mudah ditarik dan dikembalikan ke posisi semula. Obat ini mengandung kortikostreroid bisa dalam bentuk, krim, salep ataupun gel.
  • Antibiotik bisa saja diberikan oleh dokter jika penyebab infeksi pada fimosis adalah bakteri.
  • Terapi perenggangan bisa dilakukan setiap hari selama 5-10 menit, terlebih dahulu dimulai dengan mandi air hangat agar otot-otot penis rileks. Terapi ini penting untuk dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai penis dan timbul jaringan parut. Bisa menggunakan krim untuk menghindari inflamasi saat melakukan terapi perenggangan misalnya krim chamomile, krim calendula, krim licorice atau pun borage oil. Bahan-bahan tersebut akan memberikan kelembabpan lebih pada kulup sehingga lebih lentur.
  • Sunat akan disarankan oleh dokter jika fimosis sudah menimbulkan masalah lanjutan seperti sakit saat buang air kecil atau terjadi peradangan pada ujung penis. Sunat merupakan solusi permanen dari gejala fimosis. Mungkin ada beberapa orang tua yang khawatir jika melakukan sunat dini pada anaknya, namun sejatinya pemulihan pada anak-anak akan lebih cepat dibandingkan dengan yang melakukan sunat pada usia lebih tua. Hal ini karena jaringan sel pada usia anak-anak sedang bertumbuh secara pesat. Lebih lagi jika pada bayi usia di bawah 3 bulan, belum terlalu banyak gerakan. Tentu keputusan melakukan sunat pada balita harus sudah berdasarkan konsultasi dengan dokter yang menangani anak tersebut.
  • Makanan pedas juga disinyalir dapat membantu terapi penyembuhan infeksi pada fimosis. Makanan pedas terutama cabai mengandung banyak Vitamin A yang sangat baik untuk mengurangi radang serta menambah daya tahan tubuh. Selain itu capcaisin yang terdapat didalamnya merupakan senyawa kimia yang berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri akibat radang infeksi. Makanan pedas tidak disarankan untuk pasien anak.

 

  1. Perawatan balita dengan fimosis.

Nah, kalau untuk Anda yang mempunyai bayi atau anak yang mengalami fimosis namun tidak disertai komplikasi keluhan lain, bisa coba beberapa tips perawatan di bawah ini agar fimosis bisa segera hilang dan tidak muncul kembali.

  • Saat memandikan anak, bersihkan penis setiap hari dengan air hangat dan handuk kecil berserat halus. Ini juga berlaku untuk anak yang sudah disunat.
  • Gunakan sabun yang ringan, non parfum. Jika memang termasuk kulit yang sensitif, gunakan sabun khusus untuk kulit sensitif yang biasanya mengandung pelembab lebih banyak sehingga kulit penis tidak kering.
  • Hindari penggunaan bedak bayi pada area penis, selain bisa menyumbat lubang penis, penumpukan sisa bedak rentan menimbulkan iritasi dan bisa mengundang bakteri maupun jamur.
  • Pastikan tangan dalam keadaan bersih saat melakukan terapi perenggangan pada penis, sebelumnya penis juga harus dibersihkan terlebih dahulu.

 

Demikianlah 6 fakta penting tentang fimosis pada balita, fimosis memang bukan merupakan kelainan kronis pada organ vital anak laki-laki. Namun jika tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan masalah yang serius di kemudian hari saat anak tumbuh dewasa.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *