Kenali Hipertensi dan Olahraga yang Baik Untuk Penderita

Image result for olahraga hipertensi

Hipertensi atau dikenal pula dengan nama tekanan darah tinggi adalah penyakit yang diindikasikan dengan adanya peningkatan aliran darah pada tubuh seseorang. Umumnya seseorang dikatakan hipertensi jika nilai tekanan darahnya 130/80 mmHg atau lebih. Hipertensi ini sangat berbahaya karena mengakibatkan tubuh Anda bekerja lebih ekstra dibanding biasanya. Hipertensi juga dapat mengakibatkan adanya penyakit lain seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Anda juga perlu tahu cara membaca nilai tekanan darah Anda. Mengapa tekanan darah ditulis 130/80 mmHg? Tekanan darah memiliki 2 jenis yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sitolik yaitu tekanan yang dihasilkan oleh jantung karena memompa darah menuju seluruh tubuh. Hal ini berbeda dengan tekanan diastolik. Tekanan diastolik adalah tekanan yang dihasilkan karena otot pada jantung mengalami relaksasi sesaat untuk kembali memompa darah menuju seluruh tubuh. Oleh karena itu nilai tekanan darah Anda memiliki dua nilai. Nilai yang lebih besar atau yang dicatat terlebih dahulu merupakan tekanan darah diastolik. Nilai satunya yang memiliki angka lebih kecil merupakan tekanan sitoliknya. Apakah Anda sudah memahaminya?

hipertensi ternyata dikategorikan menjadi 3 jenis. Ketiganya ini memiliki nilai tekanan darah yang berada di atas normal. Pertama yaitu disebut tekanan darah meningkat. Ini akan terjadi sebelum memasuki hipertensi. Tekanan darah Anda akan menunjukkan angka 120-129 sebagai tekanan sistoliknya dan kurang dari 80 mmHg untuk diastoliknya. Kategori kedua yaitu hipertensi tingkat 1 atau dikatakan hipertensi primer. Nilai tekanan darah Anda berkisar 130/80 mmHg sampai 139/89 mmHg. Kategoti terakhir yaitu hipertensi tingkat 2 atau disebut hipertensi sekunder. Nilai tekanan darah Anda bisa mencapai 140/90 mmHg bahkan lebih.

BACA JUGA: Lakukan 10 Langkah Ini Agar Kesehatan Keluarga Terjaga

Hipertensi merupakan penyakit yang jarang memiliki gejala. Mayoritas seseorang mengetahui bahwa dirinya terserang hipertensi setelah melakukan kontrol kesehatan dan menemui catatan tekanan darahnya di atas normal. Perlu diketahui, seseorang memiliki tekanan darah normal dibawah 120/80 mmHg. Gejala biasanya akan muncul jika Anda sudah terserang tekanan darah tinggi. Beberapa orang akan mengalami hal ini saat terserang hipertensi:

  • Sakit kepala
  • Mata melemah atau adanya gangguan penglihatan
  • Nyeri pada dada
  • Ditemui darah yang terkandung dalam urin

Penyebab Seseorang Menderita Hipertensi

Suatu penyakit tentunya menjangkit tubuh seseorang karena adanya beberapa sebab. Bagi penderita hipertensi primer, belum ditemukan penyebab pasti penyakit tersebut dapat menjagkit tubuh seseorang. Namun, bagi penderita hipertensi sekunder, mayoritas penyebabnya adalah adanya penyakit lain pada tubuh Anda. Berikut beberapa penyebab hipertensi sekunder.

  • Penyakit ginjal
  • Adanya kelainan pembuluh darah bawaan
  • Gangguan kelenjar tiroid
  • Adanya tumor pada kelenjar adrenal
  • Kehamilan
  • Penggunaan NAPZA yang salah

Selain penyebab yang telah disebutkan di atas, juga ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terserang penyakit hipertensi. Berikut beberapa faktor yang meningkatkan resiko hipertensi.

  • Usia

Ini menjadi faktor utama penyebab resiko terkena hipertensi meningkat. Semakian tua usia seseorang makan semakin tinggi resikonya mterserang hipertensi. Usia rentan seseorang terkena hipertensi yaitu 45 tahun bagi pria dan 65 tahun bagi wanita.

BACA JUGA: Manfaat Kacang Almond Bagi Kesehatan

  • Obesitas

Orang yang memiliki kelebihan berat badan memiliki resiko terserang hipertensi lebih tinggi. Hal ini dikarenakan semakin sering makan maka semakin sering nutrisi mengalir pada darah yang mengakibatkan semakin tinggi pula tekanan darah orang tersebut.

  • Kurang olahraga atau aktivitas fisik

Seseorang yang kurang beraktivitas tentunya tidak memacu tubuh untuk melakukan pembakaran kalori yang menyebabkan tubuh obesitas. Akibatnya tubuh rentan atau beresiko tinggi terkena hipertensi.

  • Merokok

Merokok dapat meningkatkan resiko hipertensi karena zat yang terkandung pada rokok mengendap pada organ-organ tubuh yang mengakibatkan pembuluh darah menyempit. Penyempitan ini tentunya berdampak pada sulitnya darah mengalir sehingga tekanan darah tersebut meningkat.

Olahraga Bagi Penderita Hipertensi

Olahraga tertentu dapat meningkatkan detak jantung dan aliran darah Anda. Tapi beberapa juga dapat menurunkan tekanan darah. Olahraga jenis ini sangat cocok untuk dilakukan secara rutin oleh para penderita hipertensi. Jika Anda salah satunya, mungkin bisa mencoba beberapa olahraga berikut.

  1. Aerobic atau kardiovaskular.

Olahraga jenis ini dapat dilakukan oleh penderita hipertensi karena mampu menurunkan tekanan darah dan membuaat jantung Anda lebih kuat. Apa saja contoh olahraga tersebut? Anda bisa memilih salah satu dari berikut: berjalan, bersepeda, skating, lompat tali, atau berenang.

  1. Latihan kekuatan

Jika Anda lebih gemar berolahraga dengan adanya trainer dan jenis olahraga angkat beban, Anda bisa mencoba melakukannya. Beberapa olahraga angkat beban juga akan membantu memperkuat otot Anda dan membakar kalori yang ada pada tubuh. Mintalah kepada pelatih untuk memberikan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan tubuh.

  1. Peregangan

Selain olahraga seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ternyata olahraga ringan seperti peregangan juga dapat dilakukan oleh penderita hipertensi. Olahraga ini akan membuat tubuh lebih rileks, fleksibel karena otot tidak tegang. Peregangan juga akan membantu terhindar dari adanya cidera atau kesalahan saraf.

Waktu yang Dibutuhkan Untuk Olahraga

Jenis olahraga yang dapat Anda lakukan bermacam-macam. Anda bisa memilih salah satu bahkan lebih sesuai kegemaran. Waktu yang dibutuhkan sebenarnya juga fleksibel sesuai kesibukan aktivitas Anda. Tetapi jika Anda memilih untuk berjalan-jalan ringan, Anda bisa melakukannya selama 30 menit dalam satu harinya. Anda bisa melakukan ini secara rutin 5 hari dalam seminggu. Jika Anda terlalu sibuk, Anda harus tetap memiliki kegiatan olahraga meski dengan waktu yang singkat.

Jika olahraga yang Anda pilih adalah berenang, maka menyempatkan di hari libur kerja sangatlah efektif. Lakukan hal ini di pagi hari sambil menikmati udara pagi yang menyegarkan sistem pernapasan Anda. Mengajak keluarga berenang juga bisa menjadi cara menikmati olahraga di hari libur Anda. Cara ini juga bisa di lakukan jika bersepeda merupakan olahraga pilihan Anda.

Hal penting sebelum Anda melakukan olahraga yaitu melakukan pemanasan dan peregangan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar tubuh Anda tidak kaget karena aktivitas berat atau olahraga yang Anda pilih. Lakukan pemanasan 5 sampai 10 menit agar tubuh lebih rileks. Pemanasan juga berguna untuk mencegah tubuh dari cidera. Selain itu, lakukan pula pendinginan setelah selesai berolahraga. Jangan selesai tiba-tiba tanpa adanya pendinginan. Terutama bagi Anda penderita hipertensi. Sebab saat berolahraga aliran dan tekanan darah Anda meningkat tapi masih dalam batas normal. Pendinginan ini akan memberikan efek tenang setelah berolahraga.

Meski Anda merupakan penderita hipertensi bukan berarti Anda tidak diperbolehkan olahraga. Justru apabila Anda tidak melakukannya, maka resiko hipertensi akan meningkat. Olahraga yang dapat dilakukan oleh penderita hipertensi pun sangatlah mudah karena sederhana. Anda bisa memilih salah satu di antara yang telah di sebutkan di atas. Jika Anda khawatir kesehatan dapat terganggu akibat olahraga, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan arahan atau saran yang sesuai kemampuan dan kebutuhan Anda. Bagaimana pun, dokter akan tetap setuju dengan pernyataan bahwa penderita hipertensi harus tetap berkeringat dengan cara melakukan olahraga.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *