Makanan Pendamping ASI yang Tepat Bagi Bayi

 

Pasti menyenangkan mendapati usia anak Anda telah memasuki bulan keenam. Pada tahap ini, anak sudah mampu memakan bahan makanan tertentu sebagai pendamping ASI. Bukan berarti anak sudah tidak membutuhkan ASI, melainkan pemberian makanan ini bertujuan untuk mengenalkan tekstur dan rasa baru agar indra perasanya berfungsi dengan baik. Jangan lupa bahwa di umur sekian, Anda tetap dianjurkan memberi ASI kepada anak sampai berumur 2 tahun, hanya saja intensitas dan kuantitasnya mulai dibatasi.

Beberapa bayi memberikan ciri-ciri tertentu yang menunjukkan bahwa usianya sudah cukup tepat untuk mendapatkan makanan pendamping ASI. Ada yang memberikan ciri-ciri seperti memasukkan ke dalam mulut barang atau makanan yang diberikan kepadanya, meraih makanan yang ada dihadapannya, atau mampu menelan makanan sebab jika dia belum mampu maka makanan tersebut akan dimuntahkan kembali. Jika Anda menemui ciri-ciri demikian, maka Anda perlu memulai untuk tahu apa makanan yang tepat sebagai pendamping ASI.

Memahami bahwa tidak semua bahan makanan dapat dimakan oleh bayi tentunya sangat penting. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan bayi belum mampu mencerna dengan maksimal. Selain itu, mulut bayi juga belum memiliki gigi yang dapat membantunya memperhalus bahan makanan tersebut. Sehingga ibu menyusui perlu memiliki pengetahuan apa saja makanan yang tepat bagi bayi berusia 6 bulan. Yuk, cari tahu dengan membaca penjelasan di bawah ini!

  1. Umur 6-8 bulan

Image result for PISANG

Saat bayi memasuki rentan umur 6-8 bulan maka Anda dapat mengenalkan beberapa buah yang bertekstur lunak seperti pisang, apel, pir, atau aprikot. Agar bayi mudah memakannya, olah buah tersebut menjadi bubur. Jangan tambahkan gula atau penyedap lainnya karena bisa berbahaya bagi pencernaannya. Anda hanya diperbolehkan menambahkan air atau stok ASI agar buah mudah dihancurkan. Anda juga bisa mengenalkan yoghurt kepada bayi pada rentan umur tersebut.

BACA JUGA: 9 Manfaat Bawang Merah Untuk Kesehatan Tubuh

Selain buah, Anda juga bisa memberikan sayuran yang bertesktur lembut seperti kentang, wortel, kacang polong atau labu. Cara mengolahanya pun juga sama. Anda bisa menggunakan satu bahan saja, atau mencampur beberapa sayuran yang telah disebut di atas. Pastikan bahwa bubur yang Anda buat benar-benar halus agar bayi mudah mengonsumsinya.

  1. Umur 8-10 bulan

Image result for veggie and fruit

Pada usia tersebut Anda tidak perlu lagi membuat bahan makanan menjadi bubur. Anda cukup menghancurkannya agar lebih dikonsumsi. Merebusnya terlebih dahulu bisa menjadi cara mudah menghancurkannya. Kombinasikan buah dan sayur agar si bayi tidak bosan. Untuk menambah kebutuhan protein, Anda bisa memberikan bayi kuning telurnya. Jangan memberikan putih telur terlebih dahulu karena teksturnya masih sulit untuk dicerna pada usia tersebut. Selain buah dan sayur, pada usia tersebut bayi sudah diperkenankan untuk memakan sereal yang berukuran kecil, keju yang lembut karena diparut atau dipotong kecil-kecil.

BACA JUGA: Makanan Pencegah Kanker

  1. Umur 10-12 bulan

Image result for ikan untuk bayi

Pada usia ini makanan yang bisa dikonsumsi oleh bayi lebih bervariasi. Meski demikian, ibu perlu tahu beberapa makanan yang membuat anak alergi. Sebab tidak semua tubuh bayi mampu menerima makanan. Anda bisa mencatat saat mencoba memberikan beberapa makanan. Jika ada perubahan bintik-bintik, tidak berselera makan, maka bisa jadi bayi alergi terhadap bahan makanan tersebut. Membuat catatan tersebut akan memudahkan Anda mengingat bahan apa saja yang tidak boleh dimasukkan dalam menu si kecil.

Pada rentan usia ini, bayi sudah mulai mengalami tumbuh gigi. Sehingga ibu bisa mencoba memberikan bahan makanan yang harus dikunyah atau digigit untuk merangsang fungsi gigi pada anak. Tetap perhatikan cara bayi mengunyah makanannya. Jika bayi kesulitan, maka bantu bayi dengan memberikan potongan yang lebih kecil.

  1. Memasuki tahun pertama

Image result for no honey

Saat anak Anda belum memasuki tahun pertamanya, dokter akan melarang pemberian madu atau susu sapi. Sebab kedua bahan ini akan menyebabkan penyakit yang disebut infant botulism. Tetapi, kedua bahan makanan ini sudah aman bagi bayi jika sudah memasuki umur 1 tahun. Meski demikian Anda sebagai orang tua juga harus memerhatikan porsi yang diberikan. Berikan dengan jumlah normal secara bertahap sehingga tidak memberikan efek buruk pada tubuh.

Memberikan makanan pendamping ASI memang tidak mudah. Hal ini karena bayi belum terbiasa dengan rasa dan teksturnya sehingga sangat dianjurkan agar ibu tetap sabar dan tekun melatih si buah hati. Bisa jadi bayi akan merengek dan ingin minum ASI saja dibandingkan makanan yang diberikan. Anda harus pintar-pintar membujuknya sebab makanan pendamping ASI dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi bayi demi pertumbuhan dan perkembangannya.

Melihat begitu pentingnya makanan pendamping ASI namun sulitnya membujuk si buah hati untuk mengonsumsinya, maka ada beberapa tips agar makanan tersebut dapat diterima oleh bayi. Lakukan beberapa saran berikut ini agar bayi terbujuk.

  • Mengetahui suasana bayi. Hal ini tentunya penting untuk diketahui ibu. Ketika suasana hati bayi sedang senang, tentu Anda akan lebih mudah membujuknya. Pastikan juga bayi saat ini tidak terlalu kenyang agar memakan bahan pendamping tersebut menjadi pilihannya.
  • Berikan kesempatan bayi untuk mengenali makanan. Ketika Anda mengenalkan makanan baru kepada bayi, tentunya ada rasa penasaran yang tumbuh dalam benaknya. Penasaran ini biasanya akan membuat bayi mau mencoba memakannya. Meski terkadang bayi akan memainkannya karena dia belum mampu membedakan hal-hal baru. Anda harus sabar jika nantinya satu mangkuk penuh, tidak ada 5 sendok yang dapat dimakan oleh bayi.
  • Beri kesempatan untuk memakan sendiri. Terkadang bayi tidak ingin disuapi. Dia memilih untuk memegang sendoknya sendiri dan memasukkannya ke dalam mulut. Tak perlu khawatir, Anda tinggal menuruti kemauannya. Selain meningkatkan minatnya untuk mencoba merasakan makanan tersebut, kemampuan dan kecerdasan bayi juga meningkat.
  • Menemani bayi saat makan. Memiliki kedekatan dengan bayi Anda tentunya menyenangkan. Menemani bayi saat makan meskipun Anda tidak menyuapinya bisa menjadi salah satu cara. Selain aman, bayi akan merasakan bahwa dengan memakan buatan ibu akan membuatnya disayangi.
  • Tetap imbangi dengan ASI. Makanan pendamping ASI tentunya bukan nutrisi utama yang harus bayi dapatkan. ASI juga masih berperan penting untuk daya tahan tubuh dan kemampuan berkembangnya. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk tetap memberikan ASI agar bayi tidak merasa bosan.

Selain memerlukan makanan pendamping ASI, tentunya bayi juga membutuhkan asupan vitamin yang dapat ditemui pada suplemen khusus bayi. Suplemen tersebut bisa Anda dapatkan melalui dokter atau bidan kepercayaan. Pastikan mengkonsultasikan hal ini dengan dokter. Tidak hanya tentang suplemen tapi juga tentang makanan yang dibutuhkan oleh bayi. Jika dengan memberikan makanan pendamping ASI memberikan masalah kesehatan pada bayi, maka dianjurkan untuk memberhentikan pemberian makanan tersebut dan segera berobat kepada doker. Dengan demikian Anda akan tahu penyebabnya dan penanganan yang tepat demi kesehatan si buah hati.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *