Sabun Mandi Banyak Mengeluarkan Busa, Apa Efeknya?

Masyarakat Indonesia banyak yang beranggapan bahwa semakin banyak busa yang keluar atau dihasilkan dari sabun, akan bisa membersihkan tubuh lebih kesat dibandingkan produk yang sedikit dalam menghasilkan busa. Ketika kita perhatikan lagi, hampir semua iklan sabun menampilkan sang model menikmati mandi sabun dengan banyak busa, bahkan sambil bermain busa. Namun benarkah semakin banyak busa akan semakin baik dampaknya bagi kulit?

Baca juga: Sabun Bayi dan Aneka Manfaatnya, Bikin Jatuh Cinta

Perlu diketahui, bahwa busa sabun yang melimpah dari sabun mandi ini berasal dari bahan kimia surfaktan, layaknya sodium lauryl sulfate atau sodium laureth sulfate. Bahan kimia ini digunakan pada sabun mandi karena harganya cenderung murah, tapi bisa memproduksi busa dengan jumlah yang cukup banyak. Bahan kimia ini biasa ada di sampo, sabun badan, sabun wajah, pasta gigi hingga deterjen.

SLS bisa melepaskan molekul-molekul dalam kulit, sehingga proses pembersihan lebih efektif. Ciri produk yang mengandung SLS adalah menghasilkan busa lebih banyak dibanding produk lain. Busa ini bisa membersihkan kulit dari debu dan minyak. Kemampuan SLS dalam membersihkan minyak secara menyeluruh justru membuat kita disarankan tidak memakai sabun wajah yang mengandung SLS. Efek jangka panjang yang bisa dialami kulit adalah kulit akan menjadi kering dan dehidrasi. Hal serupa juga berlaku untuk sabun badan ya!

Sayangnya banyak busa yang muncul masih dijadikan indikator kualitas sebuah produk. Padahal  tidak bisa dilihat dari satu sudut ini saja. Kandungan SLS yang mampu memunculkan banyak busa dan memberi sensasi nyaman saat mandi ternyata kurang baik. Apalagi setelah melihat efek yang ditimbulkan. Efek kesat dan bersih maksimal yang kamu dapatkan ini akan berdampak negatif bagi kulit jika pemakaiannya dilakukan secara terus menerus.

Baca juga: Cuci Muka Pakai Sabun Mandi, Apa yang Terjadi?

Kesat bukan berarti bersih ya. Tapi, itu adalah kondisi kulit kering akibat efek samping kandungan pH yang terlalu tinggi. Sabun pembersih wajah yang menghasilkan banyak busa akan memicu rangsangan dan dermatitis. Alkali yang jadi bahan dasar sabun bisa membuat kulit ada dalam kondisi terlalu kering. Apalagi jika digosok terlalu keras. Kelembapan alami kulit wajah akan berkurang, dan akan muncul iritasi yang tidak diharapkan.

Kembali pada SLS yang ternyata saat diteliti lagi punya efek buruk lain untuk tubuh. Isu yang berkembang adalah SLS dapat menyebabkan kanker. Meski masih kabar burung dan belum bisa ditunjukkan dengan contoh kasus atau studi yang membenarkan, kita tetap harus waspada dengan kandungan SLS dalam produk kecantikan. Mengingat efek buruknya yang bisa membuat kulit menjadi kering, dan memicu iritasi untuk sebagian orang.

Tugas kita sekarang adalah mengubah sudut pandang tentang banyak busa pada sabun mandi berkaitan dengan kualitas sabun tersebut. Lebih jeli dalam memilih sabun mandi juga perlu lho. Perhatikan selalu bahan yang terkandung pada sabun. Jangan hanya karena murah, kamu memberlinya. Lebih baik mencari toko yang jual sabun mandi dengan banyak pilihan, agar memudahkanmu dalam memilih.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *